
Kapan sih sebaiknya mengenalkan uang pada Si Kecil? Sebaiknya, anak memang diajari soal uang sejak kecil! Uang, mampu membuat orang - baik tua maupun muda - mengambil keputusan atas berbagai kesempatan. Dengan mendidik, memotivasi, dan memberi kepercayaan pada anak untuk berhemat dan menjadi investor, bisa membuatnya mampu menabungkan penghasilan yang diperolehnya, serta melakukan banyak hal dengan uang yang dikeluarkannya.Keputusan memberi pengeluaran harian akan berdampak negatif lebih besar pada masa depan keuangan anak-anak, jika dibandingkan dengan keputusan untuk menginvestasikannya. Nah, berikut ini ada 15 cara sederhana yang bisa membantu Anda mendidik Si Kecil: KEUANGAN PRIBADI DAN PENGELOALAANNYA1. Begitu anak sudah bisa berhitung, perkenalkan uang padanya. Ambil peran aktif dan berikan informasi padanya. Memberi perhatian kontinyu merupakan cara penting bagi anak untuk belajar.2. Komunikasikan kepada anak, sesuai usianya, cara Anda menghargai uang seperti cara menyimpan, membuat jadi bertambah, dan terpenting lagi, cara bijak membelanjakannya.3. Bantu anak untuk membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan harapan. Hal ini untuk menyiapkan agar ia bisa mengambil keputusan yang tepat dalam membelanjakan uang kelak.4. Mengatur target adalah dasar pembelajaran atas nilai uang dan menabung. Setiap orang, baik tua maupun muda, jarang bisa mencapai target yang tak diatur sebelumnya. Hampir semua mainan atau barang yang diminta anak bisa menjadi obyek dari sesi pengaturan target, misalnya membantu anak belajar bertanggung jawab atas dirinya sendiri.5. Kenalkan pada anak nilai menghemat versus membelanjakannya. Jelaskan dan perlihatkan konsep "bunga" dari menabung. Pertimbangkan untuk memberi bunga pada uang yang disimpannya di rumah. Ia bisa membantu menghitung bunga dan melihat bagaimana uang bisa berlipat ganda karena bunga. Selanjutnya, ia akan mengerti cara tercepat untuk menambah jumlah uang, yaitu dengan menabung secara teratur. UANG SAKU DAN CARA MENGGUNAKANNYA6. Ketika memberi uang saku pada anak, berikanlah dalam bentuk recehan agar ia bisa menabung. Misalnya, uang saku mingguannya Rp 25 ribu, berikan dalam bentuk 5 lembar uang Rp 5 ribu agar memudahkannya untuk langsung menyimpannya sebagian. Dari awal Anda bisa menentukan jumlah bunga untuk jumlah uang tertentu, sehingga ia bisa belajar dan merasakan manfaatnya.7. Ajak anak ke bank untuk membuka tabungan atas namanya sendiri. Ingat, jangan melarangnya mengambil uang untuk membeli barang yang diinginkannya. Dengan melarang, justru akan membuatnya jadi tak ingin menabung.8. Membuat cacatan rapi soal tabungan, investasi, dan pengeluaran merupakan keterampilan lain yang penting diajarkan pada anak. Untuk memudahkannya, gunakan 12 amplop. 1 amplop per bulan, dan masukkan ke dalam 1 amplop besar. Tetapkan sistem ini bagi setiap anak. Anjurkan agar ia menyimpan kuitansi belanja dan menyimpannya dalam amplop, serta mencatat semua yang ia lakukan dengan uangnya.9. Gunakan kesempatan berbelanja mingguan atau bulanan untuk mengenalkan nilai uang dan pengeluaran pada anak. 1/3 gaji Anda dipergunakan untuk makan dan keperluan rumah tangga. Jadi, ajarkan ia cara bijak berbelanja, misalnya membeli barang diskon, menggunakan vocer, atau membedakan harga dan isi barang yang dibeli. Jelaskan cara menyusun rencana belanja dan membuat perbandingan harga untuk barang yang sama di toko berbeda. Perlihatkan juga cara mengecek nilai, kualitas, jaminan, dan pertimbangan lainnya. Mengeluarkan uang bisa menyenangkan dan sangat produktif jika direncanakan secara baik. Pengeluaran yang tak direncanakan, biasanya akan menjadi pemborosan.10. Beri kesempatan pada anak untuk memutuskan apa yang akan dibelinya. Bagus atau tidaknya, ia akan belajar dari pilihan belanjanya. Namun, sebelumnya Anda harus membahasnya dulu soal pro dan kontra dalam berbelanja. Bantu anak menggunakan kepekaan dan logikanya saat berbelanja. Artinya, teliti sebelum membeli, terutama untuk barang yang mahal, agar menunggu waktu yang tepat dan gunakan teknik pilihan membeli. BIJAK DALAM BERBELANJA11. Perlihatkan pada anak cara menilai iklan yang ditayangkan di teve, radio, dan koran. Apakah suatu produk memang sebagus iklannya, harganya benar murah, atau adakah pilihan produk lain yang lebih murah dan lebih baik? Ingatkan anak agat tak terjebak iklan yang sangat menarik.12. Ingatkan anak soal bahaya meminjam uang yang dikenakan bunga. Jika Anda mengajarkan bunga pada pinjaman kecil, ia akan cepat belajar, betapa mahalnya meminjam uang dari pihak lain, dan harus mengembalikannya (termasuk bunganya) dalam waktu yang ditentukan.13. Ketika menggunakan kartu kredit di restoran, ambil momen ini untuk mengajarkan pada anak soal cara kerja kartu kredit. Jelaskan juga, bagaimana memeriksa biaya, menghitung tip, dan menjaga kartu kredit dari penipuan.14. Hati-hati bila Anda memberikan kartu kredit pada anak, meskipun ia sudah mahasiswa. Kartu kredit selalu menggoda pemegangnya untuk berbelanja. Penelitian menunjukkan, sebagian besar mahasiswa tak menggunakan kartu kreditnya untuk keperluan darurat, melainkan untuk hal-hal sekunder. Di akhir semester, ia baru menyadari hutang kartu kreditnya menumpuk sehingga terpaksa harus bekerja agar bisa menutupi pembayaran kartu kreditnya.15. Tetapkan jadwal rapat rutin keluarga untuk membahas masalah keuangan. Bagi anak yang masih kecil, rapat ini mungkin terdengar seperti akan mendapatkan bunga dari uang tabungannya.Topik lain yang perlu dibicarakan adalah soal perbedaan antara uang tunai, cek dan kartu kredit, cara bijak berbelanja, serta cara menghindari penggunaan kredit dan perkembangan investasi. Bagi anak remaja, perlu dibicarakan juga soal situasi perekonomian negara, cara berhemat, dan alternatif berbelanja. Semua informasi ini akan sangat berguna bagi anak, seiring pertambahan tanggung jawabnya sebagai manusia dewasa.Aline

Tidak ada komentar:
Posting Komentar